Breaking Bad News – Ilmu Kedokteran

            Kita sering mendapat berita, baik itu berita buruk maupun berita baik. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)1, Berita merupakan cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yg hangat. Berita sering kita kaitkan dengan sumber berita, berita yang valid2 adalah berita yang berasal dari sumber yang valid2 pula. Jika sebuah sumber berita dikatakan tidak valid2 maka berita tersebut dapat dikatakan sebuah gosip atau kabar burung.

            Berdasarkan sumbernya berita dapat dibedakan menjadi dua yaitu, berita baik dan berita buruk. Di sesi ini kita akan membahas berita buruk dan cara penyampaiannya dalam dunia kedokteran. Terdapat beberapa teori dari para ahli mengenai definisi berita buruk, berikut definisinya:

1. Buckman, 1992

Berita buruk adalah berita yang secara drastis mengubah pandangan pasien tentang masa depannya.

2. Ptacek & Eberhardt, 1996

Berita buruk adalah berita yang menimbulkan perasaan tidak ada
harapan bagi pasien.

3. Aitini & Aleotti, 2006

Kabar buruk adalah pengalaman tidak nyaman untuk pemberi dan penerima berita.

Sebagai seorang dokter, sering ditemui berbagai berita buruk. Berita tersebut sungguh sulit untuk disampaikan oleh seorang tenaga medis. Kenapa begitu sulit ?. Ada tiga faktor penyebab yaitu.

  1. Khawatir bahwa berita itu akan menyebabkan efek buruk.
  2. Khawatir bahwa akan sulit untuk menangani reaksi pasien atau keluarga.
  3. Tantangan tiap individu.

Di dunia kedokteran, terdapat berbagai jenis berita buruk yang hendak disampaikan kepada pasien. Berikut contoh-contohnya:

  1. Vonis kanker.
  2. Penyakit kronis.
  3. Tidak bisa mempunyai anak.
  4. Kematian, dan lain-lain.

Berita buruk diperlukan beberapa teknik dalam penyampaianya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan kepada pasien. Teknik penyampaian harus diterapkan secara sistematik kerena semua hal tersebut telah disusun secara jeli guna menyesuaikan respon pasien ketika menerima kabar tersebut. Teknik penyampaian berita buruk dalam dunia kedokteran disebut breaking bed news dan sistematika dalam penyampaianya disebut Breaking bed news guidelins. Terdapat 2 jenis breaking bed news guidelines yaitu:

  • 6 steps guidelines > Buckman Model
  • 10 steps guidelines > Kaye Model.
  • 6 steps guidelines > Buckman Model
  1. Siapkan informasi, lokasi, pengaturan.
  2. Cari tahu apa yang mereka sudah tahu.
  3. Tanyakan berapa banyak yang mereka ingin tahu.
  4. Berbagi informasi.
  5. Menanggapi emosi pasien.
  6. Negosiasikan langkah tindak lanjut.

Buckman, How to Break Bad News, 1992

  • 10 steps guidelines > Kaye Model
  1. Persiapan wawancara.
  2. Menilai pengertian pasien.
  3. Menanyakan sejauh mana pasien ingin ketahui.
  4. Mengungkapkan berita.
  5. Membiarkan proses “denial”.
  6. Memberikan penjelasan lebih lanjut.
  7. Mendengarkan kekhawatiran pasien.
  8. Merespon emosi pasien.
  9. Membuat ringkasan hasil diskusi.
  10. Merencanakan waktu untuk diskusi selanjutnya.

Kaye P, Breaking Bad News: A 10 Step Approach, 1996

Breaking Bad News 10 Steps

 

1. Persiapan wawancara

–     Resume semua informasi

–     Ajak staff RS untuk ikut hadir

–     Cari tempat yang cukup pribadi

–     Rencanakan waktu yang tepat

–     Perkenalkan diri

–     Tanyakan pada pasien siapa yang akan hadir

–     Isyarat nonverbal: jarak, postur, tingkat mata.

2.Menilai pengertian pasien

–     Tanyakan tentang pandangan pasien terhadap keadaannya

–     “Sejauhmana anda ketahui mengenai penyakit anda?”

–     “ Apa yang telah dokter lain katakan kepada anda?”.

3. Menanyakan sejauh mana pasien ingin ketahui

–     “Apakah anda pernah memikirkan penyebab penyakit anda?”

–     “Apakah anda tahu mengapa kita melakukan pemeriksaan ini?”

–     Sejauh mana anda ingin mengetahui kondisi anda?

–     “Apakah anda ingin mengetahui kondisi anda sepenuhnya atau kepada orang lain?”.

4. Mengungkapkan berita

–     “Saya punya berita kurang baik mengenai hasil pemeriksaan anda”

–     “Saya punya berita serius yang memerlukan keputusan penting”

–     Jangan menggunakan bahasa medis

–     “Dari hasil pemeriksaan sumsum tulang, menunjukkan adanya kanker darah yang disebut leukemia”.

5. Membiarkan proses “denial

–     Biarkan pasien untuk mengendalikan informasi yang mereka terima.

6. Memberikan penjelasan lebih lanjut

–     Prognosis

–     Pilihan pengobatan

–     Dampak terhadap kualitas hidup

7. Mendengarkan kekhawatiran pasien

–      “Apa yang anda khawatirkan?”

–     Luangkan waktu untuk jawaban.

8. Merespon Emosi Pasien

–     Mendorong pasien untuk mencurahkan emosinya

–      Menghargai emosi pasien dan memberi empati

–      Menolerir suasana diam sejenak

–     “Saya mengerti bahwa informasi ini tidak seperti yang Anda inginkan. Saya harap Anda tabah”

–     “Saya mengerti bahwa hal ini bukanlah yang anda harapkan”.

9. Membuat ringkasan hasil diskusi

–     “ Saya mencoba membuat ringkasan hal-hal yang telah kita diskusikan bersama dan langkah-langkah berikutnya.”

–     “Apakah anda mengerti yang telah kita bicarakan?”

–     “Apakah ada yang ingin anda tanyakan?”

–     Rekam Medik.

10. Merencanakan waktu untuk diskusi selanjutnya

–     “ Apakah Anda siap untuk membicarakan tentang pilihan pengobatan sekarang atau ingin menunggu beberapa hari lagi?”

–     Tiap pasien memiliki tanggapan yang berbeda:

  1. The doctor was very kind to me when she told me I had cancer, but I don’t remember any thing of what she said to me on that day, I just remember she was very kind.
  2. When I was told that I had cancer, I felt my whole world collapse around me.

Berita buruk dalam dunia kedokteran juga terkadang menyangkut tentang masa hidup pasien. Terkadang pasien sering menanyakan “Berapa lama waktu yang dimiliki?” atau “Berapa lama sisa hidup saya?”. Jawaban yang satu-satunya bisa dijawab oleh seorang dokter adalah:

  • Jangan menebak dan tidak berbohong.
  • Seringkali tidak mungkin untuk memperkirakan ini.
  • Jelaskan bahwa tidak mungkin untuk menilai.

Mereka (Pasien) bertanya bukan karena takut > beberapa orang ingin menyelesaikan  urusan mereka sebelum kematian.

__________________________________________________________________________________________

1)      http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php diakses pada tanggal 4 Februari 2013.

2)      Menurut cara yg semestinya; berlaku; sahih (KBBI).

About angga_dominius

my name is angga, i come from Indonesia, West Borneo, Pontianak city, Kubu Raya Regency. my dream is be a seven stars doctor and help more poor people. i very proud with my country. oneday, i want to be a Health Minister Republic of Indonesia. i hope it'll come true. my religion is Catholic. i trust in Allah, Yesus as Prophet and Holly spirit. for me, varietas in religions are good. because they create the life's colorfull..
This entry was posted in Medical. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s