Politik, Fenomena atau Tragedi Pada Generasi Muda ?

Generasi muda merupakan tunas-tunas bangsa yang nantinya akan melanjutkan karya dan perjuangan kaum-kaum tua dalam membangun bangsa ini. Generasi muda merupakan generasi yang diharapkan dapat berpikir kritis, inovatif dan kreatif dalam menghadapi setiap persoalan. Banyak yang berpendapat bahwa generai muda merupakan tonggak masa depan dalam membangun bangsa. Namun dalam kenyataannya, generasi muda zaman kini mengalami krisis kreativitas, krisis moral dan krisis pemikiran kritis. Kenapa saya katakan demikian ?. Sebagai bukti krisis moral, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2009 pernah merilis perilaku seks bebas remaja dari penelitian di empat kota yakni Jakarta Pusat, Medan, Bandung dan Surabaya hasil yang didapat sebanyak 35,9 persen remaja punya teman yang sudah pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Bahkan, 6,9 persen responden telah melakukan hubungan seksual pranikah (Solopost.com). Kemudian sebagai bukti krisis pemikiran kritis dan kreativitas, generasi muda sekarang kurang mahir dalam menyampaikan argumen mereka, terutama argumen dalam hal perpolitikan Indonesia. Seperti yang dapat kita temui di dunia nyata, dunia perpolitikan bangsa Indonesia masih didominasi oleh kaum tua walaupun, memang mulai muncul segelintir generasi muda yang menggeluti dunia ini. Bukan hanya kurang berpikir kritis, generasi muda Indonesia juga selalu memandang suatu hal atau masalah hanya pada satu sudut pandang sehingga, hal ini sering menimbulkan konflik atau kesenjangan pendapat. Sebagai contoh, generasi muda sekarang menganggap bahwa politik merupakan dunia yang harus dijauhi dan merupakan hal yang tidak perlu untuk dipikirkan karena bagi mereka politik adalah sesuatu yang licik dan biasanya hanya dipikirkan oleh kaum dewasa saja. Pandangan satu arah demikian, sungguh tidak dapat diterima sebab, politik bukanlah sesuatu yang harus dijauhi walaupun memang benar bahwa, perpolitikan Indonesia saat ini memang sedang kacau. Namun, sebagai generasi muda seharusnya kita bisa mencari solusi yang terbaik dan berpikir lebih kritis akan masalah ini.

Berbicara soal politik bukan semata-mata mencaci maki dan mengkritik pemerintah dan jajarannya tanpa berpikir mengenai solusi. Sebagai generasi muda seharusnya piawai dalam menyampaikan pandangannya mengenai perpolitikan. Pakem yang selama ini dipegang walaupun, hingga saat ini tidak ditemukan aturan tertulis bahwa generasi muda dilarang berbicara politik, masih menjadi suatu hal yang sangat mengekang kebebasan berpendapat di negara ini. Negara yang demokratis adalah negara yang menghormati pendapat setiap rakyatnya tanpa memandang usia, ras dan golongan. Jika kita bercermin pada sejarah zaman perjuangan kemerdekaan, pernah terjadi konflik antara kaum muda dengan kaum tua dalam menentukan tanggal proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Dimana pada saat itu Ir. Soekarno dan keluarga bersama Moh. Hatta diculik oleh kaum muda ke Rengasdengklok untuk memaksa mereka dalam menyusun teks proklamasi tanpa iming-iming pemerintahan Jepang. Dari sepenggal bukti sejarah tadi, dapat diketahui bahwa generasi muda juga berperan besar dalam proses kemerdekaan bangsa ini dan tidak salah jika generasi muda sekarang memikirkan nasib bangsanya di masa mendatang karena, mereka khawatir dengan situasi bangsa ini jika perpolitikan di Indonesia saat ini masih dalam taraf kekacauan.

Beberapa bukti sejarah juga memerkuat peran generasi muda dalam perpolitikan bangsa Indonesia. Generasi muda telah mengambil andil besar dalam perkembangan perpolitikan bangsa ini. Ir. Soekarno yang pada masa mudanya merupakan sosok yang sangat kritis, berani dan pantang menyerah dalam membela tanah airnya. Ini dibuktikan Soekarno tidak putus asa walaupun dia pernah ditahan di penjara Banceuy pada usia 28 tahun karena aktivitasnya di PNI (Partai Nasional Indonesia), Soekarno juga pernah diasingkan ke Flores di usianya yang ke 32 tahun dan di usianya ke 37 tahun Soekarno lagi-lagi diasingkan oleh Belanda ke Bengkulu (Merdeka.com). Walaupun Ir. Soekarno telah merasakan bagaimana kekejaman kolonialisme Belanda namun, beliau sebagai generasi muda pada saat itu tidak muda gentar dan tetap berpikir kreatif serta kritis untuk mencari solusi yang terbaik demi kemerdekaan rakyat dan bangsanya. Selain itu, peran kaum muda juga ditunjukan dalam berbagai partai nasionalisme yang didirikan oleh kaum muda di zamannya seperti Indische Patij, Serikat Islam dan PNI. Kemudian, jauh sebelum gelora nasionalisme terbentuk para kaum muda pula yang mulai memelopori sumpah pemuda di tanggal 28 Oktober 1928. Dari berbagai bukti tersebut telah jelas bahwa generasi muda tak pantas untuk dipandang sebelah mata oleh kaum tua dalam kancah perpolitikan Indonesia dan generasi muda juga patut meniru atau meneladani sikap tokoh-tokoh pemuda zaman dahulu yang berani tampil di depan umum, berani bersuara atas ketidakadilan, pantang menyerah dan jiwa nasionalisme yang menggebu-gebuh.

Saat ini, kita telah memasuki kemerdekaan Indonesia yang ke 67 tahun dan saat ini pula bukan lagi zaman kolonial yang mana generasi muda harus sepenuhnya berjuang demi kebebasan bangsa ini. Namun, bukan berarti generasi muda abad XXI ini tidak lagi mendapat tantangan. Generasi muda sekarang justru memikul tantangan dan cobaan yang lebih berat. Di luar sana, berbagai jenis narkotika dan tempat-tempat prostitusi sedang mengincar mangsanya yaitu kaum muda, degradasi moral, akhlak dan kreativitas mulai menunjukkan perannya. Ini adalah suatu masalah besar bagi bangsa ini. Siapa bilang generasi muda tidak lazim membahas masalah politik ? Siapa bilang generasi muda tidak perlu tahu masalah politik ?. Tentunya pertanyaan ini perlu dilontarkan untuk mereka yang apatis tentang politik dan kemampuan generasi muda. Sesungguhnya, melalui politik kita dapat mengatur dan mengontrol berbagai macam pelanggaran yang hendak dan telah terjadi. Sebab, politik adalah sistem utama dalam sebuah negara, politik tak dapat berdiri sendiri tanpa sistem lainnya dan yang paling meyakinkan bahwa politik merupakan sistem induk dari sebuah negara. Apabila suatu negara memunyai sistem politik yang carut-marut maka dapat diyakinkan bahwa segala sistem utama di suatu negara seperti ekonomi, hukum, HAM, Sosial dan budaya pasti akan terkena imbasnya. Oleh sebab itu, politik perlu ditata dengan bijak oleh semua masyarakat negara tidak hanya pemerintah dan kaum tua saja tetapi, harus diikutsertakan generasi muda yang benar-benar memunyai skill intelektual, kritis dan kreativitas yang tinggi.

Secara garis besar, politik tidak hanya dikuasai oleh kaum tua saja tetapi sebagai generasi pembangun bangsa di masa depan, generasi muda juga perlu mengerti mengenai politik. Walaupun, kita sadari bersama situasi politik di Indonesia masih kacau namun, kita sebagai generasi muda sudah selayaknya berpikir kritis, kreatif dan inovatif dalam mencari solusi untuk memecahkan masalah yang telah menyebabkan krisis multidimensi ini. Ir. Soekarno pernah berkata  “Berikan aku seribu pemuda!! Maka aku akan menggunacang dunia“. Dari petikan kalimat yang keluar dari mulut Soekarno, menegaskan bahwa generasi muda memiliki potensi luar biasa yang dapat memajukan bangsa ini, generasi muda dengan ketangguhannya dapat merubah dunia dan bahkan mengguncang dunia. Dengan demikian, tidak ada salahnya jika generasi muda saat ini mulai memikirkan tentang bangsa melalui diskusi politik yang berkelas karena, nasib bangsa Indonesia sesungguhnya berada di tangan kita. Sekarang tidak masalah jika negeri ini masih belum stabil namun, di masa mendatang kita sebagai kaum muda sudah harus memegang sebuah rencana besar untuk membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik dengan menjauhi sikap-sikap buruk  dan meneladani sikap-sikap baik pemimpin yang lalu.

SUMBER

http://www.solopos.com/2012/11/28/bkkbn-seks-bebas-jadi-masalah-utama-indonesia-351602. Diakses Pada Tanggal 1 Februari 2013.

http://profil.merdeka.com/indonesia/s/soekarno/. Diakses Pada Tanggal 1 Februari 2013.

About angga_dominius

my name is angga, i come from Indonesia, West Borneo, Pontianak city, Kubu Raya Regency. my dream is be a seven stars doctor and help more poor people. i very proud with my country. oneday, i want to be a Health Minister Republic of Indonesia. i hope it'll come true. my religion is Catholic. i trust in Allah, Yesus as Prophet and Holly spirit. for me, varietas in religions are good. because they create the life's colorfull..
Gallery | This entry was posted in Politics. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s