Mengungkap Tabir Di Balik Neurosains – Neuroanatomy

Salam Perubahan Sobat!!!

Sudah sekian lama kiranya saya gx pernah update grup ini. Agak terlihat usang dan penuh dengan sarang laba-laba. Bukan karena malas tapi memang lagi sibuk kuliah,. Biasalah orang sibuk,. Haahhaa.. Okay, right now,. Ciiieee illleee English, padahal TOEFL aja score-nya gx cukup utk beli permen lima. Ckcckck.

Oke,. Itu basa basi unyu,. Nah, hari ini saya akan share sedikit ilmu tentang neurosains yang telah saya dapat waktu semester kemaren,. Hanya utk membantu pemahaman aja ni teman2 dan sumbernya juga dri kuliah plus buku2 uda lupa yang mana yang pasti banyak deh. Sekalian ane ikut2 recall juga biar ilmu itu smakin melekat di cerebri (otak).

Nah,. Let’s have fun with neuro,. We begin from anatomy,.

Secara anatomi, sistem saraf manusia dibagi menjadi : Sistem saraf Pusat (Otak dan Medula Spinalis) dan Sistem saraf Tepi (Saraf Spinal, Saraf Kranial dan Saraf Otonom).

Ayo, kali ini kita bahas yang SSP dulu khusunya otak (gambar 1).

Image

Otak itu uda kayak presiden loh,. Dilindungi oleh angkatan bersenjata yang bertingkat.
bedanya, otak kita dilindungi oleh beberapa lapis yang saling tumpang tindih :

  1. SCALP (Skin Connective tissue, Aponeurotic Glea, Loose Connective Tissue dan Pericranium.
  2. Cranium
  3. Mening
  4. Cerebrospinal Fluid.

Kita bahasa mening dulu deh buat sesi kali ini,. Cranium dan otak pnanti akan diperdalam di sesi selanjutnya.

Mening itu adalah lapisan pembungkus otak, terdiri atas tiga:

  1. Duramater (Dura : Keras, Mater: Ibu (pelindung)) ada 2 nih sob.
    1. Periosteal layer (melapisi pada beberapa bagian permukaan otak dan merupakan lapisan paling atas)
    2. Meningeal layer (melapisi seluruh permukaan otak)
  2. Arachnoidmater (Arachnoid : Laba2) maksudnya adalah bentuknya seperti sarang laba2, nanti lihat ke gambar aja ya.
  3. Piamater (Pia : halus) pelapis terbawah dan melekat langsung dengan permukaan otak yang berlika liku seperti lika liku kehidupan. Ahahah (gambar 2)

Image

Piamater akan mengikuti bentuk permukaan otak,. Setiap lekukan dan liukan,. Setia banget kan!!!.. Sedangkan, Arachnoidmater juga mengikuti bentuk piamater dan meningeal layer mengikuti sepenuhnya bentuk arachnoidmater. Namun, beda dengan periosteal layer karna dia hanya melapisi beberapa bagian otak. Sehingga, ketika pia, arach dan meningeal masuk ke Fissura longitudinalis. Periosteal layer tidak masuk dan justru tetap melekat pada cranium sebabkan terbentuk ruang yang terisi pembuluh darah vena (Sinus sagittalis superior) dan meningeal layer membentuk Falx Carebri (Bulan sabit otak). Falx serebri ini ikut juga membatasi otak hemisphere kanan dan kiri atau (Hemispher dextra et sinistra).duramater yang saling menyatu akan membentu beberapa lapisan seperti tentorium (tenda) cerebelli, falx cerebelli dan Diaphragma Sellae. Liahat ke gambar 3.

Image

Ket: Tentorium cerebelli adalah atap pembatas antara cerebelli dengan cerebrum. Falx cerebelli kasusnya hamper sama dengan falx cerebri namun disini terdapat di cerebelli dan membatasi setiap hemisfer disana. Kemudian, diafragma sellae merupakan pembungkus hipofisi (kelenjar pituitary/ the master of gland) ini harus dilindungi dengan baik karna dia bersifat Kecil dan rapuh”.

Diantara lapisan mening tadi akan terbentuk ruang2 potensial (potensi untuk sial). Maksudnya bahwa ruang tersebut sesungguhnya tidak ada namun akan muncul kalau dalam situasi patologis missal dalam kondisi pendarahan otak (awamnya bilang gitu) atau Hematom epidural, subdural dan Subarachnoid. NAmun, terdapat satu ruang yang nyata yaitu ruang subarachnoid yang terisi oleh cairan likwor cerebrospinal (LCS) atau CSF. Fungsi CSF adalah sebagai peredam getaran, tempat transportasi berbagai zat menuju otak seperti antibiotic yg gx bisa tembus barrier otak tapi dapat dimasukkan lewat CSF melalui pungsi lumbal. Gambar 4 dan 5.

Image

Image

Karena adanya ruang nyata yaitu ruang subarachnoid tempat penyebaran CSF, maka otak terjaga kestabilannya ini terbukti dari jika kepala kita digoncangkan ke atas atau bawah kanan dan kiri otak kita tidak akan mudah berubah bentuk. CSF dihasilkan terus menerus oleh plexus choroideus (nnt kita bahas di sesi selanjutnya). Seperti halnya sebuah wadah jika diberikan air terus maka akan penuh dan luber, untuk mengantisipasi hal tersebut Tuhan Allah Maha Tahu, Dia menciptakan gelembung2 lapisan arachnoid yang menembus ke Sinus sagittalis superior yang berisi vena darah. Ini dinamakan Granulationes arachnoideae (jamak) , Granulae arachnoidea (tunggal), fungsinya sama kayak lubang pengeluaran air di kamar mandi,. Ketika CSF sudah kebanyakan maka akan dikeluarkan ke sinus sagittalis prinsipnya adalah perbedaan tekanan di Suabaracnoid space yang lebih tinggi disbanding di sinus sagittalis tapi jika sebaliknya, tekanan di sinus sagittalis yang lebih tinggi maka aka nada mekanisme katup di ujung gelembung tersebut.

Beberapa pendarahan yang bisa menimbulakn ruang potensial adalah.
a. Epidural Hematom (ekstradural hematom) : pendarahan di ruang antara cranium dan periosteal layer. Disini terdapat banyak pembuluh darah arteri salah satunya arteri meningeal media sehingga jika terjadi benturan pada kepala bagian Temporo-parietal (akan dibahas selanjutnya pada otak). Maka pembuluh darah arteri akan pecah sehingga mengalirlah dengan derasnya darah di ruang tersebut menyebabkan otak menjadi tergencet ke bawah dan terjadi herniasi (dibahas selanjutnya di bagian patologi anatomi) yang pada akhirnya menekan batang otak yang merupakan pusat vital pernapasan dan kardiovaskular sehingga berakibat fatal. Gejalanya : ketika seseorang terbentur, dia akan kehilangan kesadaran sejenak namun selanjutnya tampak sadar dan sehat beberapa jam kemudian akan terlihat seperti ngantuk dan tertidur yang akhirnya tidak terbangun lagi kurang lebih waktunya adalah 12 jam. Karena perdarahan arteri yang dicirikan dengan ngucur deras terus maka harus ditangani dengan secepat kilat di RS.

b. Subdural Hematom : perdarahan di ruang antara meningeal layer dengan arachnoidmater. Disini terdapat banyak pembulu darah vena salah satunya vena serebri superior. Jika kepala terbentur di bagian frontal dan oksipital maka cendru menyebabkan pendarahan ini. Tandanya adalah juga diikuti kehilangan kesadaran namun tidak parah seperti epidural hematom. Selanjutnya tetap sadar namun dalam kondisi yang agak ling lung, atensinya menjadi kurang, pandangan agak kabur. Hal terburuk adalah bahwa vena mengalir secara lambat dan akan berhenti sendiri namun, apabila darah di dalam ruang itu tidak segera dikeluarkan maka darah itu akan mengalami kalsifikasi (pengerasan sprit tulang), terbentuk jaringan parut dan atau terjadi proses Hemosiderofag (makrofag memakan sel darah merah proses inflamasi membentuk pus).

c. Subarachnoid hematom, jarang terjadi namun terjadi pada ruang nyata yang terisi oleh CSF bisa diditeksi dengan pengambilan pungsi lumbal.

Sekian dari sesi kali ini,. Selanjutnya akan disambung pembahasan berikutnya.

Salam Jiwa muda!!!!!

About angga_dominius

my name is angga, i come from Indonesia, West Borneo, Pontianak city, Kubu Raya Regency. my dream is be a seven stars doctor and help more poor people. i very proud with my country. oneday, i want to be a Health Minister Republic of Indonesia. i hope it'll come true. my religion is Catholic. i trust in Allah, Yesus as Prophet and Holly spirit. for me, varietas in religions are good. because they create the life's colorfull..
Gallery | This entry was posted in Medical and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s